Sabtu, 31 Oktober 2015

Makna Bulan Muharram

Kajian bulanan ahad pagi 1 November 2015
Dr. H. Abd. Muta'ali, Lc. Tema : Makna bulan Muharram

Kita harus menghargai penanggalan umat Islam yaitu Hijriah dan kita pakai dalam kehidupan sehari-hari.
Penanggalan Hijriah dimulai pada a tahun 682 Masehi, 'Umar bin Al Khattab yang saat itu menjadi khalifah melihat sebuah masalah. Negeri islam yang semakin besar wilayah kekuasaannya menimbulkan berbagai persoalan administrasi. Surat menyurat antar gubernur atau penguasa daerah dengan pusat ternyata belum rapi karena tidak adanya acuan penanggalan. Masing-masing daerah menandai urusan muamalah mereka dengan sistem kalender lokal yang seringkali berbeda antara satu tempat dengan laiinnya.
Penentuan dimulainya kalender Islam bukan pada kelahiran nabi Muhammad atau juga meninggalnya Nabi Muhammad tapi pilihan majelis Khalifah 'Umar tersebut adalah tahun di mana terjadi peristiwa Hijrah. Karena itulah, kalender islam ini biasa dikenal juga sebagai kalender hijriyah. Kalender tersebut dimulai pada 1 Muharram tahun peristiwa Hijrah atau bertepatan dengan 16 Juli 662 M. Peristiwa hijrah Nabi saw. sendiri berlangsung pada bulan Rabi'ul Awal 1 H atau September 622 M
Dalam merayakannya tidak perlu pesta petasan tapi merencanakan agar tahun depan lebih baik dari tahun sebelumnya.

 


Sabtu, 17 Oktober 2015

Kuliah Subuh Materi Haid dan Hubungan Suami Istri 2


Kuliah Subuh, 18 Oktober 2015 +Masjid Baitushshidqi
oleh Ir KH M. Khottot
Al Baqoroh 222 dan 223

Kuliah Subuh Materi Haid dan Hubungan Suami Istri


Kuliah Subuh, 18 Oktober 2015 +Masjid Baitushshidqi
oleh Ir KH M. Khottot
Al Baqoroh 222 dan 223

Haid

Kuliah Subuh, 18 Oktober 2015 +Masjid Baitushshidqi 


وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Surat Al-Baqarah [2:222]
[Tentang Nifas /haid]

wayas-aluunaka ‘ani almahiidhi qul huwa adzan fai‘taziluu alnnisaa-a fii almahiidhi walaataqrabuuhunna hattaa yathhurna fa-idzaa tathahharna fa/tuuhunna min haytsu amarakumu allaahu inna allaaha yuhibbu alttawwaabiina wayuhibbu almutathahhiriina

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Surat Al-Baqarah [2:223]
[Istrimu ibarat tanah tempatmu bercocok tanam]

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

nisaaukum hartsun lakum fa/tuu hartsakum annaa syi/tum waqaddimuu li-anfusikum waittaquu allaaha wai‘lamuu annakum mulaaquuhu wabasysyiri almu/miniina

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.


Pesan KH. Azhari Baedlawie -Pengawas YPKP-


Kajian Kuliah Subuh

Hadirilah Kajian Kuliah Subuh 8 Oktober 2015

Minggu, 11 Oktober 2015

INFORMASI TENTANG AULA MASJID BAITUSHSHIDQI PKP

SEJARAH SINGKAT MASJID BAITUSHSHIDQI PKP (J I S) JAKARTA ISLAMIC SCHOOL Keberadaan masjid Baitushshidqi tidak terlepas dari berdirinya  PKP ...